Mengukus bukan teknik memasak biasa, tetapi juga cara yang efektif untuk menjaga rasa dan nutrisi dalam makanan.
Di dapur rumahan maupun dapur profesional, metode ini masih menjadi pilihan karena prosesnya sederhana dan hasil masakannya tetap lezat.
Selain itu, mengukus juga dikenal sebagai metode memasak yang lebih sehat karena tidak membutuhkan banyak minyak.
Tak heran jika berbagai jenis makanan seperti dimsum, siomay, sayuran, hingga kue basah sering diolah menggunakan teknik ini.
Lalu, apa saja alat yang digunakan untuk mengukus? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut ini!
Apa Saja Alat yang Digunakan untuk Mengukus?
Secara umum, alat yang digunakan untuk mengukus berfungsi untuk memanfaatkan uap panas dari air mendidih agar makanan matang secara merata.
Saat ini tersedia berbagai jenis alat kukus, mulai dari yang tradisional hingga modern.
Pemilihan alat kukus biasanya disesuaikan dengan kebutuhan, kapasitas produksi, serta jenis makanan yang akan dimasak.
Ini Alat yang Digunakan untuk Mengukus dan Cara Menggunakannya
Ada banyak pilihan alat kukus di pasaran, mulai dari yang tradisional hingga elektrik. Berikut ulasannya versi Dapur Stainless:
1. Kukusan Tradisional (Dandang)
Kukusan tradisional atau dandang merupakan alat kukus yang paling sering ditemukan di rumah tangga maupun usaha kuliner.
Alat ini biasanya terdiri dari panci bagian bawah untuk menampung air dan wadah berlubang di bagian atas sebagai tempat makanan.
Kukusan jenis ini umumnya terbuat dari aluminium atau stainless steel sehingga cukup kuat dan tahan lama digunakan dalam jangka panjang.
Cara Menggunakan Kukusan Tradisional:
- Isi panci bagian bawah dengan air secukupnya.
- Pastikan permukaan air tidak menyentuh wadah makanan.
- Letakkan makanan pada bagian saringan atau wadah kukusan.
- Tutup rapat kukusan.
- Panaskan di atas kompor hingga makanan matang.
2. Kukusan Bambu
Kukusan bambu banyak digunakan untuk memasak makanan khas Asia seperti dimsum, bakpao, dan berbagai jenis kudapan tradisional.
Selain berfungsi sebagai alat memasak, kukusan bambu juga dapat memberikan tampilan yang lebih menarik saat penyajian.
Material bambu mampu menyerap sebagian uap air sehingga makanan tidak mudah basah akibat tetesan air dari tutup kukusan.
Cara Menggunakan Kukusan Bambu:
- Didihkan air dalam panci.
- Letakkan kukusan bambu di atas panci.
- Susun makanan di dalam kukusan.
- Tutup rapat bagian atas kukusan.
- Biarkan makanan matang dengan uap panas yang dihasilkan.
Baca Juga: 5 Kelebihan Mesin Rice Steamer Untuk Bisnis Restoran Anda
3. Steamer Elektrik
Steamer elektrik menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan proses memasak yang lebih praktis. Alat ini menggunakan tenaga listrik dan biasanya dilengkapi dengan pengatur waktu serta fitur mati otomatis.
Steamer elektrik cocok digunakan untuk rumah tangga modern maupun usaha makanan yang membutuhkan proses memasak yang lebih efisien.
Cara Menggunakan Steamer Elektrik:
- Isi wadah air sesuai kapasitas yang dianjurkan.
- Susun makanan pada rak yang tersedia.
- Atur waktu pengukusan sesuai kebutuhan.
- Nyalakan alat dan tunggu hingga proses selesai.
- Ambil makanan setelah steamer berhenti bekerja.
4. Saringan Stainless di Panci Biasa
Jika tidak memiliki alat kukus khusus, tetap bisa mengukus makanan menggunakan saringan stainless yang dipasang di atas panci biasa. Cara ini cukup praktis dan sering digunakan untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Meski sederhana, metode ini tetap mampu menghasilkan makanan yang matang dengan baik selama penggunaan dilakukan dengan benar.
Cara Menggunakan Saringan Stainless:
- Isi panci dengan air secukupnya.
- Letakkan saringan stainless di atas panci.
- Susun makanan di atas saringan.
- Tutup rapat menggunakan penutup panci.
- Panaskan hingga makanan matang sempurna.
Bagaimana Cara Memilih Alat Kukus yang Tepat?
Memilih alat kukus tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar alat yang digunakan sesuai dengan kebutuhan.
1. Kapasitas
Untuk penggunaan rumah tangga, kukusan berukuran kecil hingga sedang biasanya sudah cukup. Namun untuk restoran, katering, atau usaha makanan, kapasitas yang lebih besar tentu lebih disarankan.
2. Material
Pilih alat kukus yang terbuat dari bahan berkualitas seperti stainless steel karena lebih tahan lama, mudah dibersihkan, dan tidak mudah berkarat.
3. Kemudahan Penggunaan
Jika mengutamakan kepraktisan, steamer elektrik bisa menjadi pilihan yang tepat karena memiliki fitur otomatis dan pengaturan waktu yang lebih mudah.
4. Kebutuhan Produksi
Bagi pelaku usaha kuliner, penggunaan mesin steamer atau rice steamer berkapasitas besar dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional dapur.
Tips Mengukus Makanan Agar Hasilnya Sempurna
Mengukus memang terlihat sederhana, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar hasilnya maksimal.
- Pastikan air tidak menyentuh makanan agar teksturnya tidak lembek.
- Gunakan tutup yang rapat supaya uap tidak keluar selama proses pengukusan.
- Potong bahan makanan dengan ukuran yang seragam agar matang merata.
- Periksa ketersediaan air secara berkala selama proses memasak.
- Lap bagian dalam tutup kukusan untuk mencegah tetesan air jatuh ke makanan.
Dengan menerapkan tips tersebut, hasil makanan kukus akan lebih matang merata, lezat, dan memiliki tekstur yang lebih baik.
Kesimpulan
Jadi, alat yang digunakan untuk mengukus cukup beragam, mulai dari kukusan tradisional, kukusan bambu, steamer elektrik, hingga saringan stainless yang dipasang di atas panci biasa. Masing-masing memiliki kelebihan dan cara penggunaan yang berbeda sesuai kebutuhan.
Bagi kebutuhan rumah tangga, alat kukus sederhana biasanya sudah cukup. Namun untuk usaha kuliner atau restoran, penggunaan steamer berkapasitas besar dapat membantu mempercepat proses produksi dan meningkatkan efisiensi kerja di dapur.
Kalau lagi cariberbagai peralatan dapur profesional, termasuk mesin steamer dan perlengkapan stainless steel berkualitas, Dapur Stainless siap membantu memenuhi kebutuhan usaha . Yuk, cek produknya di sini!