Skip to main content

Dapur Stainless

Memulai usaha catering sering terlihat sederhana dari luar. Menu disiapkan, makanan dikemas, lalu dikirim ke lokasi acara. Namun di balik itu, dapur catering sebenarnya bekerja seperti mesin produksi yang harus rapi, cepat, dan efisien.

Di dapur catering skala menengah, ratusan hingga ribuan porsi makanan bisa diproduksi dalam satu hari. Tanpa peralatan yang tepat, proses memasak akan terasa lambat dan berisiko mengganggu kualitas makanan.

Karena itu, penataan area dapur dan pemilihan peralatan menjadi hal yang sangat penting sejak awal. Nah, di artikel ini, Dapur Stainless akan membahas beberapa peralatan dapur yang umumnya digunakan untuk memulai usaha catering secara lebih profesional.

Area Memasak: Kompor Tekanan Tinggi & Heavy Duty

Area memasak adalah jantung dari dapur catering. Di sinilah sebagian besar aktivitas produksi berlangsung, mulai dari menumis, menggoreng, hingga memanggang makanan dalam jumlah besar.

Berikut beberapa peralatan utama yang biasanya digunakan di area memasak.

1. Kwali Range / Stock Pot Stove

Kwali range atau stock pot stove: kompor high pressure 2-4 tungku untuk tumis cepat Chinese food, dimensi 150×75 cm. Kompor kwali range dikenal dengan api bertekanan tinggi yang cocok untuk memasak dalam wajan besar. Teknik tumis cepat seperti pada masakan Chinese food bisa dilakukan dengan lebih efisien.

Dengan ukuran sekitar 150 x 75 cm, kompor ini biasanya memiliki 2 hingga 4 tungku yang memungkinkan beberapa menu dimasak secara bersamaan.

2. Oven Gas Deck

Oven gas deck, kapasitas 2-4 tray panggang massal, suhu stabil 50-300°C untuk catering pernikahan. Pada usaha catering, oven tidak hanya digunakan untuk kue. Banyak menu seperti ayam panggang, lasagna, hingga baked pasta diproduksi menggunakan oven deck.

Suhu oven gas deck biasanya stabil di rentang 50°C hingga 300°C, sehingga cocok untuk produksi makanan dalam jumlah besar seperti pada acara pernikahan.

3. Griddle atau Fryer

Griddle atau fryer, plat datar 60×60 cm goreng tepak sirih, deep fryer 20L untuk ayam crispy volume tinggi. Griddle dengan permukaan datar sering digunakan untuk menggoreng makanan seperti telur, sosis, atau makanan ringan.

Sementara deep fryer kapasitas 20 liter sangat membantu saat menggoreng ayam crispy atau makanan goreng dalam jumlah besar dengan hasil yang lebih konsisten.

Baca Juga: Layout Dapur Catering: Alur Masak Lancar, Produksi Makanan Lebih Cepat!

Area Persiapan: Meja Kerja Stainless Steel

Setelah area memasak, bagian yang tidak kalah penting adalah area persiapan bahan. Di sinilah proses memotong sayur, menyiangi daging, hingga meracik bumbu dilakukan.

Peralatan yang digunakan biasanya mengutamakan material stainless steel karena lebih higienis dan mudah dibersihkan.

4. Work Table Stainless Steel

Work table stainless steel, ukuran 180x60x90 cm, tahan beban 200kg untuk chopping sayur daging. Meja kerja stainless steel menjadi pusat aktivitas persiapan bahan makanan. Ukuran 180 x 60 x 90 cm cukup ideal untuk dapur catering skala kecil hingga menengah.

Selain kuat menahan beban hingga sekitar 200 kg, material stainless juga tahan karat dan mudah dibersihkan setelah digunakan.

5. Sink Table (Bak Cuci Piring)

Sink table (bak cuci piring), double sink 2 bak + drip table, hemat air dan ruang cuci 500 piring/jam. Pada usaha catering, proses mencuci peralatan berlangsung hampir sepanjang hari.

Double sink dengan dua bak membantu memisahkan proses pencucian dan pembilasan. Tambahan drip table juga membantu mempercepat pengeringan peralatan dapur.

6. Wall Shelving & Storage

Wall shelving & storage: rak dinding 150×40 cm, simpan peralatan kering aman dari kontaminasi. Rak dinding menjadi solusi praktis untuk menyimpan peralatan dapur tanpa memakan banyak ruang lantai.

Dengan ukuran sekitar 150 x 40 cm, rak ini biasanya digunakan untuk menyimpan piring, wadah makanan, atau peralatan dapur yang sering digunakan.

Area Penyimpanan: Pendingin & Rak Bahan Baku

Dapur catering juga membutuhkan sistem penyimpanan yang baik. Tanpa pendingin yang memadai, bahan makanan bisa cepat rusak dan kualitas menu menurun.

Berikut beberapa peralatan yang sering digunakan untuk menyimpan bahan baku.

7. Upright Chiller/Freezer atau Undercounter

Upright chiller/freezer atau undercounter: Kapasitas 400-800L, suhu -18°C hingga 4°C simpan daging sayur segar. Upright chiller atau freezer biasanya memiliki kapasitas besar, mulai dari 400 hingga 800 liter.

Suhu penyimpanan berkisar dari -18°C untuk freezer hingga 4°C untuk chiller, sehingga cocok untuk menyimpan daging, sayuran, hingga bahan makanan lain yang mudah rusak.

8. Dunnage Rack

Dunnage rack, yaitu rak lantai mobile 120x60x20 cm, sirkulasi udara baik cegah jamur bahan baku. Tidak semua bahan makanan perlu disimpan di kulkas. Beberapa bahan kering seperti beras, tepung, atau bumbu bisa disimpan di rak khusus.

Dunnage rack membantu menjaga bahan tetap terangkat dari lantai sehingga sirkulasi udara lebih baik dan risiko jamur bisa dikurangi.

Alat Pendukung Operasional & Distribusi

Selain memasak dan menyimpan bahan, usaha catering juga membutuhkan peralatan untuk mendukung proses operasional dan distribusi makanan.

Peralatan ini sering menjadi penentu kelancaran saat makanan harus dipindahkan atau disajikan di lokasi acara.

9. Trolley Stainless

Trolley Stainless, 4 roda kapasitas 200kg, angkut makanan panas ke delivery tanpa tumpah. Trolley stainless membantu memindahkan makanan dalam jumlah besar dengan lebih aman.

Dengan empat roda dan kapasitas sekitar 200 kg, trolley sering digunakan untuk mengangkut tray makanan dari dapur ke kendaraan pengiriman.

10. Bain Marie

Bain Marie: 4-6 pan 12L jaga suhu makanan buffet 60-70°C hingga 4 jam. Bain marie sering digunakan pada layanan buffet. Alat ini menjaga makanan tetap hangat tanpa membuatnya kering. Suhu biasanya dipertahankan di kisaran 60–70°C, sehingga makanan tetap aman dikonsumsi hingga beberapa jam.

Baca Juga: Kabinet Stainless Steel untuk Dapur Produksi Profesional

Tips Praktis Memilih Vendor Peralatan Stainless yang Tepat

Memilih vendor peralatan dapur juga menjadi langkah penting dalam membangun dapur catering yang efisien.

Beberapa tips berikut sering digunakan oleh pelaku usaha catering saat memilih supplier peralatan.

  • Prioritaskan SS 304 food grade, cek garansi 1-2 tahun dan service center lokal.

  • Bandingkan harga vs kualitas melalui kunjungan pabrik dan minta demo operasional.

  • Pilih custom ukuran sesuai layout dapur, sekaligus negosiasi paket bundling yang bisa menghemat biaya sekitar 20–30%.

Mengapa material stainless steel 304 sering direkomendasikan? Karena jenis ini lebih tahan korosi dan aman digunakan untuk pengolahan makanan.

Kesimpulan

Jadi, memulai usaha catering membutuhkan perencanaan dapur yang matang. Mulai dari area memasak, area persiapan, hingga penyimpanan bahan, semuanya memerlukan peralatan yang tepat agar proses produksi berjalan lancar.

Peralatan seperti kompor tekanan tinggi, meja kerja stainless, pendingin bahan makanan, hingga trolley distribusi menjadi bagian penting dalam operasional dapur catering modern.

Nah, bagi yang sedang merancang dapur usaha catering, memilih peralatan catering stainless yang kuat, higienis, dan bisa custom dari Dapur Stainless dapat menjadi solusi praktis untuk menciptakan dapur kerja yang lebih efisien dan profesional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *